Senin, 19 Januari 2009

M@n@jemen Rum@h S@kit

Minat Manajemen Rumah Sakit (MMR)

Perkembangan rumah sakit sebagai organisasi pelayanan kesehatan melaju demikian pesat. Situasi ini terjadi karena peran dan fungsi rumah sakit yang sangat dominan dalam menjaga status kesehatan masyarakat, mulai dari tingkat pencegahan sampai dengan rehabilitasi.
Pelayanan rumah sakit, yang mendapat dukungan dari kemajuan teknologi, berkembang seiring dengan tuntutan modernisasi sehingga menjadi semakin bervariasi. Kualitas dan kapasitas pelayanan rumah sakit juga mengalami peningkatan sejalan dengan tuntutan pelanggan. Rumah sakit saat ini penuh dengan peralatan medis mutakhir untuk mendukung pelayanan medik, sementara itu di sisi administrasi era digital semakin kuat mengakar pada setiap komponen pelayanan non medik di rumah sakit.
Pada sisi lain, pengguna rumah sakit mulai menuntut standar kualitas pelayanan yang mengedepankan keselamatan dan efisiensi. Pelanggan rumah sakit menjadi semakin kritis dan semakin ”well-informed” atas semua jasa yang diterimanya serta kewajibannya untuk membayar biaya pelayanan.
Sementara itu, sumber daya manusia yang ada di rumah sakit juga mengalami perkembangan dari sisi kuantitas dan kompetensi. Variasi jenis tenaga demikian besar karena kompleksnya jenis kegiatan di rumah sakit. Variasi ini bersifat horizontal, dimana banyak jenis profesi bekerja di tempat yang sama dan bersifat vertikal, dimana pada satu jenis profesi terdapat berbagai macam tingkat kompetensi.
Perkembangan yang terjadi pada organisasi rumah sakit membawa konsekuensi pada sistem manajemen, baik manajemen pelayanan medik maupun manajemen administrasi. Sistem manajemen rumah sakit saat ini tidak dapat lagi bertumpu pada paradigma dan konsep manajemen di masa lampau. Diperlukan berbagai macam pengetahuan dan ketrampilan manajemen terkini untuk mengelola rumah sakit, sehingga memberikan manfaat yang besar bagi penggunanya serta stakeholder kunci lainnya.


KURIKULUM

Kompetensi akhir yang dihasilkan adalah kompetensi sebagai hospital manager dan hospital management researcher.
Kompetensi lulusan MMR adalah sebagai hospital manager yang :
Memahami dan menggunakan konsep patient safety sebagai dasar manajemen rumah sakit
Memahami konsep-konsep manajemen fungsional rumah sakit dan merencanakan aplikasinya
Memiliki atribut kepemimpinan dan memiliki keterampilan manajerial yang memadai
Melakukan dan mengelola perubahan di organisasi rumah sakit
Mengidentifikasi masalah manajemen dan menetapkan alternatif pemecahan masalah di rumah sakit

Kompetensi tersebut akan dicapai dalam dengan fokus sebagai berikut :

FOKUS KURIKULUM MMR
CLINICAL GOVERNANCE

Memahami kerangka clinical governance dan mengorganisasikannya di rumah sakit; melakukan pengukuran safety dan risiko klinik; dan mendesain standar pelayanan yang berorientasi pada safety.
Clinical governance memberikan awareness dan strategi kepada pimpinan rumah sakit dalam mengelola bisnis pelayanan klinik yang seringkali berisiko tinggi. Pengalaman tim dosen dalam meneliti manajemen risiko klinik di berbagai unit di rumah sakit akan memperkaya pembelajaran kurikulum ini. Peluang pemaduan sistem manajemen mutu dan clinical governance juga akan dipaparkan.

LEADERSHIP DAN KOMUNIKASI

Membedakan leadership dan manajemen; mengidentifikasi calon pemimpin klinik dan rumah sakit di organisasi dan gaya kepemimpinan; mengembangkan keterampilan dalam kepemimpinan dan komunikasi organisasi; dan memahami strategi pemimpin dalam menginspirasi organisasi
Leadership dan Komunikasi mengintegrasikan teori dan kasus nyata oleh para pakar dan pimpinan organisasi yang telah teruji. Pemahaman konsep dan kemampuan individu dalam keterampilan leadership dan komunikasi didukung oleh fasilitas laboratorium leadership, yang merupakan lab pertama di Indonesia.

MANAJEMEN FUNGSIONAL

Keberhasilan clinical governance dan leadership di rumah sakit memerlukan fondasi yang kuat dalam penerapan manajemen operasional, manajemen keuangan, akuntansi biaya dan pemasaran untuk mendukung strategi pengembangan rumah sakit.
Modul pembelajaran yang berbasis teori yang kuat, contoh dan pembahasan aplikasi serta inovasinya di rumah sakit akan memberikan penguasaan terhadap berbagai tools yang aplikabel di rumah sakit untuk mengedepankan pelayanan klinis yang safe sebagai core business rumah sakit.


PROSES BELAJAR MENGAJAR

Proses belajar-mengajar di Magister Manajemen Rumahsakit dirancang dalam blok Pra-MMR (blok 0) dan enam block utama (blok 1-6).
Perincian Block, terdiri dari:
Block I: Safety and patient centered services: berisi mata kuliah untuk mengubah mindset para manajer dan mempertajam fokus ke pelayanan kepada pasien dan keselamatan pasien.
Block II: Clinical management system: mengembangkan sistem manajemen di tingkat mikro pelayanan (klinik).
Block III: Functional management system and performance: membahas sistem manajemen fungsional di tingkat organisasi, seperti halnya manajemen keuangan, sumber daya manusia, pemasaran, akuntansi, dan lainnya.
Block IV: Corporate-clinical governance and business environment: membahas aspek lingkungan luar yang mempengaruhi kinerja rumah sakit.
Block V: Leadership, managing change and managerial skills: membahas aspek lingkungan luar yang mempengaruhi kinerja rumah sakit.
Block VI: Design, Measurement & Evaluation: Berisi mata kuliah yang membahas mengenai eksplorasi, analisis, intervensi dan evaluasi berbagai indikator kinerja dan aspek manajemen rumah sakit TOTAL SKS YANG HARUS DITEMPUH : 41 SKS
Benefit dari sistem ini :
Mengembangkan soft skills dan hard skills secara seimbang
Alokasi waktu yang proporsional untuk semua mata kuliah
Efisiensi waktu kuliah dan tersedia waktu untuk kegiatan yang berorientasi ketrampilan
Integrasi antar-matakuliah
Shared-vision diantara para dosen MATRIKULASI
Matrikulasi diwajibkan diikuti oleh mereka yang freshgraduate. Sedangkan mereka yang belum pernah bekerja di RS disarankan untuk mengikuti kegiatan tersebut. Matrikulasi dirancang selama 2 (dua) minggu, dilaksanakan sebelum dimulainya kegiatan perkuliahan semester I.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar